Selasa, 25 Februari 2020

Investasi Jangka Panjang

Menanamkan dana untuk investasi merupakan pilihan yang tepat untuk masa depan. Pilihan investasi jangka panjang bisa menjadi pilihan investasi yang bijak dalam menyikapi situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini. Dibandingkan dengan investasi jangka pendek yang tingkat keuntungannya relatif kecil, investasi jangka panjang menawarkan lebih banyak keuntungan di masa depan bagi investor.
Menurut jenisnya, investasi jangka panjang meliputi saham, obligasi, logam mulia, reksa dana, dan asuransi. Banyak orang cenderung memilih berinvestasi pada jenis-jenis investasi jangka panjang tersebut karena beragam manfaat dan keuntungan yang ditawarkannya di masa depan. Meskipun butuh waktu yang relatif lama untuk menuai hasil dan manfaat dari jenis-jenis investasi jangka panjang tersebut, sesungguhnya waktu penantian dan kesabaran yang anda curahkan akan sangat sepadan dengan keuntungan yang akan anda dapatkan nantinya.


1. Saham sebagai Investasi Jangka Panjang
Saham merupakan pilihan yang populer sebagai investasi jangka panjang. Saham dapat diartikan sebagai surat pernyataan dan berbeda dengan obligasi yang merupakan surat hutang yang harus ditebus oleh penerbitnya. Para investor dapat menginvestasikan dana dengan cara membeli saham-saham yang diterbitkan oleh berbagai perusahaan. Sebagai saran, sebelum memutuskan untuk membeli saham suatu perusahaan, akan lebih baik bila anda berhati-hati dengan menyelidiki latar belakang perusahaan tersebut atau dengan berkonsultasi dengan rekan dan kerabat yang lebih berpengalaman di dunia saham.

2. Obligasi sebagai Investasi Jangka Panjang
Obligasi ialah surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan guna memperoleh dana. Menggunakan obligasi sebagai investasi jangka panjang bagi investor pemula sangat tidak disarankan karena selain beresiko tinggi, obligasi memiliki faktor keamanan yang minim dimana bunga keuntungan yang akan didapat belum tentu sepadan dengan dana yang dikeluarkan untuk membayar jumlah hutang perusahaan. Karena resikonya yang dinilai tinggi, banyak investor yang beralih menanam dananya ke jenis investasi jangka panjang yang lebih menguntungkan.

3. Emas sebagai Investasi Jangka Panjang
Emas yang dikenal sebagai logam mulia merupakan logam berharga yang sangat potensial untuk investasi jangka panjang. Banyak orang memilih menginvestasikan dana mereka pada emas karena fleksibilitasnya yang mudah dibentuk untuk perhiasan dan dapat dicairkan sewaktu-waktu. Investasi emas merupakan pilihan yang mudah dan cerdas di masa ini karena logam mulia ini memiliki nilai jual yang baik dan relatif stabil. Selain itu, emas sudah dianggap sebagai asset berharga dan pengganti mata uang yang dapat dengan mudah diuangkan bila diperlukan. Karena nilai emas yang hampir setara dengan US Dollar, para investor cenderung menjadikan emas sebagai investasi utama daripada mata uang asing lainnya. Cara berinvestasi emas sangat mudah, anda dapat membeli emas dan menjualnya saat harga sedang melonjak naik.

4. Reksa dana sebagai Investasi Jangka Panjang
Reksa dana dapat digunakan sebagai investasi jangka panjang dengan cara menempatkan dana di perusahaan reksa dana. Setelah perusahaan reksa dana memperoleh dana yang dibutuhkan, keuntungan yang didapatkan seorang investor berasal dari meningkatnya posisi tawar-menawar oleh peusahaan reksa dana tersebut.

5. Asuransi sebagai Investasi Jangka Panjang
Jenis investasi jangka panjang terakhir yang menguntungkan bagi masa depan adalah asuransi khususnya asuransi program pensiun. Dengan menempatkan dana pada perusahaan asuransi yang terpercaya, investor yang akan tiba masa pensiunnya dapat memperoleh jaminan kesehatan dan finansial yang jelas sesuai dengan aturan dari perusahaan asuransi tersebut. Perlu diperhatikan, sebelum memutuskan menempatkan dana anda untuk asuransi sebaiknya anda melakukan perbandingan dengan produk asuransi lainnya di beragam perusahaan asuransi. Pilih produk asuransi yang lebih menguntungkan sehingga anda terhindar dari penyesalan di masa depan.

Menginvestasikan dana untuk investasi jangka panjang seperti investasi saham, obligasi, emas, reksa dana, dan asuransi bisa sangat potensial untuk masa depan asalkan para investor memahami peraturan dan tata cara yang ditetapkan dalam proses investasi tersebut. Selain itu, rekomendasi dan saran dari rekan, keluarga, dan para ahli dalam bidang investasi juga bisa digunakan sebagai acuan penting dalam langkah anda berinvestasi.
 
 
 #sccaparkost #AgenPerubahan #GayaHidupProduktif #AgentOfChange #aparkost #infomakassar
 

Senin, 17 Februari 2020

Mau Investasi dari Muda, 3 Pilihan Ini Layak Dicoba.

VIVA – Investasi adalah suatu kegiatan yang sudah harus dilakukan selagi muda. Tidak ada orang yang bisa menghalangi Anda untuk berinvestasi. Sebab investasi bisa dilakukan siapa saja tanpa mengenal kelas sosial dan tanpa mengenal siapa Anda.

Jangan ragu untuk melakukan investasi. Sebab hal tersebut sangat penting bagi keselamatan masa depan Anda. Investasi juga memberikan Anda keuntungan pada masa mendatang. 

Sebab Anda bisa memiliki aset yang nantinya akan bernilai tinggi. Jangan mengabaikan hal ini dan mulailah melakukan investasi sejak dini. 

Banyak sekali orang yang bertanya tentang apa manfaat dan pentingnya investasi. Ketahuilah kalau investasi adalah suatu usaha dalam mengembangkan, memperbanyak, dan menambah aset, harta, kekayaan, atau tabungan untuk masa depan agar lebih terjamin. 

Selain itu, ada banyak sekali jenis investasi yang bisa dilakukan. Dikutip dari Cermati.com, berikut ini adalah pilihan-pilihan investasi yang layak dicoba pertama kali selagi muda.

1. Logam mulia: untungnya naik perlahan, tapi pasti
Logam mulia atau emas merupakan suatu barang yang memiliki nilai tetap, dan barang ini sangat cocok untuk dijadikan investasi bagi pemula milenial di 2018. 

Mengapa emas memiliki nilai tetap? Pertama emas tidak akan terkikir atau termakan oleh waktu, lain dengan teknologi yang semakin hari semakin berkembang dan berganti model, bentuk serta kualitas. 

Selain itu emas sangat mudah sekali untuk diuangkan, emas bisa diuangkan dimana saja dan kapan saja, harga jual emas cukup stabil sehingga Anda minim sekali kemungkinannya mengalami kerugian.

2. Reksa dana: return-nya oke dan tidak ribet

Selanjutnya adalah reksa dana. Investasi ini sangat cocok digeluti selagi masih muda. Tidak hanya itu reksa dana juga mudah dilakukan. Sebab pengelolaan dana diserahkan kepada manajer investasi yang sudah andal di bidangnya.

Di samping itu, manajer investasi juga pastinya mengerti bagaimana jalannya sistem pasar modal dan pasar uang. Karena itu, Anda sebaiknya mempertimbangkan dengan matang. Akankah menggunakan investasi jenis ini atau lebih memilih investasi pada poin 
pertama, yaitu emas.

3. Properti: jatuhkan pada pilihan yang tepat dijamin untung besar

Tahukah Anda jika investasi yang paling menguntungkan adalah investasi properti. Properti termasuk salah satu jenis investasi favorit banyak kalangan. 

Bahkan, banyak sekali investor yang sukses berinvestasi di dunia properti. Pastikan jika Anda mengerti tentang seluk beluk properti. Sebab hal ini wajib sekali Anda kuasai dengan sempurna. 

Jangan mudah tergiur dengan harga murah. Apa artinya jika harga murah, tapi kualitas tidak sesuai dengan harapan Anda. Mulailah berinvestasi dengan cara yang cerdas, jeli, dan jujur agar nantinya Anda tidak mudah dipermainkan orang lain dan mudah dipercaya banyak orang.

Investasi properti sendiri jenisnya beragam, seperti rumah, apartemen, ruko, dan lain sebagainya. Jika Anda hendak berinvestasi rumah, pastikan rumah tersebut memiliki kualitas yang bagus dan sesuai dengan harganya. 
Pastikan juga Anda mendapatkan legalitas mengenai surat rumah atau sertifikat rumah. Kemudian surat pajak, surat izin bangunan, dan lain sebagainya. 

Jangan ragu untuk mengecek segala kelengkapan surat dari rumah yang hendak Anda beli. Anda juga harus bisa menelaah legalitas dari properti yang hendak Anda beli. Pastikan jika apartemen dan ruko berdiri di tanah yang legal atau berizin.

Selama investasi tetap waspadai penurunan
Jangan menganggap investasi akan selalu berjalan mulus dan untung terus. Ada kalanya Anda akan mengalami penurunan dan ada kalanya Anda mendapatkan profit yang luar biasa besarnya.

Pastikan jika Anda selalu update mengenai jenis investasi yang saat ini digeluti agar nantinya Anda bisa memahami bagaimana jalannya usaha investasi Anda dan seperti apa perkembangan pasar mengenali jenis investasi tersebut.


 #GantiGayaHidup #GayaHidupProduktif #ayoinvestasi #AgentOfChange #ubahcarapandang #sccaparkost #scc #aparkost #WeCreateAgentOfChange #WCAC #AgenPerubahan

Minggu, 09 Februari 2020

Ini 4 Manfaat Investasi Sejak Muda

Investasi bukanlah menjadi hal yang asing lagi bagi setiap orang. Pada dasarnya investasi merupakan kegiatan menanamkan modal pada suatu perusahaan atau aset dengan nilai yang tinggi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat di kemudian hari.

Dengan begitu, investasi sering dikaitkan dengan hanya orang yang sudah bekerja dan berpenghasilan tinggi saja yang bisa melakukan investasi. Ya, mungkin itu zaman dulu yang jelas berbeda dengan zaman sekarang. Kini, generasi milenial pun sudah bisa melakukan investasi sejak dini.

Memang pada kenyataannya, milenial masih belum banyak yang akrab dengan investasi karena diantara mereka masih berat meninggalkan gaya hidup yang tinggi seperti belanja-belanja hingga nongkrong di kafe-kafe. Padahal investasi sekarang ini tidak butuh modal yang besar, cukup dengan Rp100 ribu saja, milenial sudah bisa investasi.

Meski modal investasi kecil tapi jika sudah dimulai sejak muda, Anda bisa merasakan banyak manfaat di kemudian hari. Namun, hal ini tentunya dengan jenis investasi yang tepat.

Manfaat Investasi

1. Nilai Aset dan Kekayaan akan Semakin Meningkat

Investasi secara otomatis dapat meningkatkan nilai aset serta kekayaan yang dimiliki. Aset yang dimaksud disini tidak terbatas pada gedung ataupun properti lainnya, tetapi uang yang dimiliki atau tersimpan sebagai dana investasi juga dapat digolongkan sebagai aset. Aset berupa ini jika disisihkan untuk investasi tentunya akan berkembang semakin banyak. Berkembangnya aset tentunya berbanding lurus dengan berkembangnya kekayaan yang dimiliki.

2. Merdeka dalam Hal Keuangan
Merdeka identik dengan kebebasan. Merdeka secara finansial berarti bebas dalam hal keuangan. Dikatakan bebas karena dapat menghidupi kebutuhan sehari-hari dengan kekayaan yang telah dimiliki tanpa harus bekerja keras.
Aset yang dimiliki jika diinvestasikan bisa mendatangkan uang yang dapat mengisi pundi-pundi rekening semakin banyak. Dari keuntungan inilah bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanpa perlu merasa khawatir dengan kondisi keuangan yang dimiliki.

3. Terhindar dari Inflasi

Inflasi dapat dikatakan hal yang wajar terjadi pada setiap negara. Setiap negara pasti mengalami inflasi meskipun dengan tingkatan yang berbeda. Indonesia sendiri dapat dikatakan sebagai negara dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi. Inflasi hampir memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian, terutama dalam hal jual beli, karena dapat melemahkan daya beli masyarakat. Untuk itu, investasi merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk terhindar dari inflasi.

4. Menyiapkan Masa Depan yang Cerah

Memasuki usia senja, meskipun keinginan untuk bekerja masih ada dan ingin terpenuhi, tapi fisik sudah tidak mampu memenuhi lagi. Di usia senja otomatis penghasilan yang didapat pun akan berkurang dibandingkan dengan masa-masa usia produktif.
Maka berinvestasi sejak muda merupakan cara untuk membantu mempersiapkan masa tua yang lebih cerah. Investasi yang direncanakan dan dimulai sejak sekarang tentunya akan membantu mencukupi kebutuhan di kemudian hari.

Jenis-jenis Investasi yang bisa Dicoba
Untuk memulai berinvestasi, tentunya harus paham terlebih dahulu jenis-jenis dari investasi. Hal ini dilakukan untuk menentukan investasi yang cocok dan sesuai dengan generasi milenial. Ada beberapa jenis investasi yang ada di Indonesia:

1. Emas

Emas dapat dikatakan sebagai investasi termudah dan hal yang paling klasik.  Investasi emas dapat berupa logam mulia, emas perhiasan, emas batangan dan voucher emas (emas digital). Namun, kekurangan dari investasi ini terletak dari penyimpanannya.
Penyimpanan investasi emas disarankan menggunakan Safe Deposit Box yang disediakan oleh bank-bank tertentu. Jika tidak menggunakan jasa tersebut, penyimpanan juga dapat dilakukan secara mandiri dengan menggunakan brankas pribadi untuk menghindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Deposito


Jika memiliki uang namun ingin menyimpannya dengan jangka waktu yang cukup panjang, bisa menggunakan deposito. Deposito sebenarnya tergolong tabungan namun memiliki jangka waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan nasabah. Biasanya jangka waktu deposito antara 3,6 sampai 12 bulan. Deposito memiliki tiga jenis yang dapat dipilih sesuai dengan kemampuan generasi milennials, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposito on call.

3. Saham

Saham merupakan tanda kepemilikan dalam suatu perusahaan. Saham sendiri hanya berbentuk lembaran kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda keikutsertaan modal dan presentase kepemilikan perusahaan. Risiko dan keuntungan dari saham memiliki sifat berbanding lurus, yaitu high risk dan high return.
Semakin tinggi risiko suatu saham, maka semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapatkan. Untuk itu, jika ingin mencoba berinvestasi disini, maka harus memiliki kemampuan untuk menganalisa jenis saham dan analisa ketepatan mengenai penempatan modal yang dimiliki untuk investasi.

4. Properti


Tanah dan properti lainnya dapat dikategorikan sebagai investasi yang bersifat klasik, karena keberadaannya sudah ada sejak dahulu. Investasi di bidang ini cukuplah mudah, karena hanya dilakukan dengan sistem yang sederhana. Jika ingin berinvestasi di bidang ini tentunya dibutuhkan modal yang cukup besar pula, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa keuntungan yang didapat juga lumayan besar.

5. Reksadana


Reksadana salah satu investasi yang cukup terkenal dengan risiko yang paling kecil dan mudah dilakukan. Reksadana merupakan tempat untuk menghimpun dana melalui pihak lain yang akan diwujudkan ke dalam surat berharga, bisa berwujud saham, obligasi maupun sekuritas lainnya. Dana yang dibutuhkan untuk investasi ini tergolong murah sesuai bank yang menerbitkan reksadana. Minimal dana yang diinvestasikan antara Rp, 50.000-500.000.

6. Obligasi


Obligasi atau surat hutang secara sederhana dapat dikatakan sebagai investasi pinjaman. Berinvestasi di obligasi sama artinya dengan kita memberikan pinjaman kepada pemillik obligasi. Penerbit obligasi bisa pemerintah maupun perusahaan.
Wujud obligasi hampir sama dengan saham, yaitu berupa lembaran kertas perjanjian yang berisi nominal jumlah dan ketentuan presentase bunga. Obligasi ini memiliki jangka waktu tertentu. Di akhir periode perjanjian, perusahaan/negara yang menerbitkan obligasi akan mengembalikan modal yang dipinjamkan beserta bunga sebagai keuntungan pembeli obligasi.

7. Forex Trading

Forex trading merupakan konsep investasi dengan berdagang mata uang asing. Forex trading ini memang masih asing didengar dan dilakukan oleh kebanyakan orang, karena investasi dalam bidang ini memiliki risiko yang sangat tinggi. Walaupun dengan keuntungan yang didapatkan sama tingginya. Keuntungan lain dari forex trading ini adalah adanya jangka waktu yang dapat dikategorikan pendek.

8. Valuta Asing


Valuta asing (valas) sudah sering kali terdengar di dunia perekonomian dan keuangan. Valuta asing sebenarnya mata uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional, seperti dollar, euro dan poundsterling.
Prinsip investasi di bidang ini sebenarnya hampir sama dengan forex trading, hanya saja yang diperdagangkan hanya mata uang yang diakui sebagai alat bayar perdagangan internasional. Valuta asing dapat dibeli ketika harga sedang turun dan dijual ketika harga sedang naik, dan selisihnya dapat menjadi keuntungan bagi investor.
Kelemahan dari investasi jenis ini adalah tidak stabilnya nilai tukar mata uang yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, misal kondisi politik ataupun sosial suatu negara.

Jadi Investor yang Cerdas

Hal penting yang perlu milenial ketahui dalam investasi adalah jadilah investor yang cerdas dan jangan hanya ikut-ikutan orang lain saja. Tentukan tujuan berinvestasi terlebih dahulu, kemudian barulah pilih jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, agar terhindar dari kerugian tetaplah mengontrol investasi yang dilakukan.


#GantiGayaHidup #GayaHidupProduktif #ayoinvestasi #AgentOfChange #ubahcarapandang #sccaparkost #scc #aparkost #WeCreateAgentOfChange #WCAC #AgenPerubahan
 

Senin, 03 Februari 2020

Dari Pembalut Jadi Bumi yang Kian Tak Lestari

Jakarta, CNN Indonesia -- Menstruasi tak cuma bicara soal kesehatan wanita, tapi juga kelestarian alam. Menstruasi bisa jadi isu besar di muka Bumi. Penyebabnya adalah pembalut sekali pakai yang menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Coba tanya pada diri Anda sendiri, berapa banyak pembalut yang dipakai selama setahun. Rata-rata wanita menggunakan 4-5 pembalut sekali pakai dalam satu hari. Jumlah itu belum dikalikan dengan lama periode menstruasi yang datang setiap bulan.

"Kalau dihitung-hitung, jatuhnya bisa di atas 300 pembalut per orang setiap tahunnya," ujar penggagas komunitas Zero Waste Nusantara, Jeanny Primasari pada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu. Artinya, setiap wanita menyumbang kehadiran 300 sampah pembalut di muka Bumi. Meski tak ada angka pasti, yang pasti sampah pembalut akan tercecer di lautan dan mencemari lingkungan.
Saat dibuang, sampah pembalut mulanya akan teronggok di TPA. Seiring berjalannya waktu, sampah akan menimbulkan gas metana yang mampu mencemari lingkungan. Gas metana adalah salah satu penyebab utama pemanasan global yang ujung-ujungnya berpengaruh pada perubahan iklim.

Belum lagi sampah pembalut yang memerlukan waktu lama untuk kemudian terurai. Jeanny mencontohkan bahan plastik yang terkandung di dalamnya, yang akan terurai setelah puluhan bahkan hingga ratusan tahun. Selain itu, pemutih yang digunakan untuk pembuatan bantalan pembalut juga akan mencemari tanah dan air saat dibuang.

Tak hanya itu, lapisan plastik yang terdegradasi juga akan menjadi mikroplastik saat terbawa ke lautan. Dengan sendirinya, mikroplastik akan menjadi makanan ikan-ikan di lautan dan berakhir kembali pada rantai makanan manusia.

"Kenapa [mikroplastik] bahaya? Karena zat-zat beracun senang menempel di mikroplastik. Kalau termakan, yang bahaya adalah toksin yang menempel dan bisa menyebabkan kanker," jelas Jeanny.


Selain dibuang, pembalut juga sebenarnya bisa dihilangkan dengan pembakaran. Hanya saja, bukannya menyelesaikan persoalan, strategi ini justru menjadikan dampak buruk pembalut bagi lingkungan kian menjadi-jadi.

Dampak buruk itu hadir dalam film dokumenter The Story of Stuff. Film yang bercerita tentang daur 'hidup' barang-barang yang dipakai manusia itu menjadi bentuk kritik akan konsumerisme dan mempromosikan kelestarian lingkungan.

Film berdurasi 21 menit ini memperlihatkan asap dan racun yang muncul dari pembakaran sampah. "Secara volume [barang/sampah] memang berkurang jauh, tapi secara racun, itu meningkat banyak," kata Jeanny.

Pembakaran menghasilkan dioksin. Jika dihirup, dioksin bisa meracuni tubuh. Film yang dirilis pada 2007 lalu itu mendefinisikan dioksin sebagai racun paling berbahaya yang diciptakan manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatatkan potensi racun yang dimiliki dioksin. Racun satu itu disebut bisa merusak beberapa fungsi organ dan sistem tubuh. Diperkirakan, tubuh bisa terkontaminasi hingga 7-11 tahun.

Wanita Perlu Melirik yang Serba 'Reusable'

Belakangan, kampanye penggunaan barang-barang ramah lingkungan kian digalakkan. Mulai dari sedotan plastik, gerakan membawa botol minum, hingga kantung plastik berbayar. Gerakan-gerakan ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadi agen perubahan demi bumi yang lestari.

Wanita juga bisa menjadi agen perubahan dengan mengganti penggunaan pembalut menjadi produk yang lebih ramah lingkungan seperti reusable pad dan menstrual cup.

Sayang, belum banyak wanita yang menyadari hal tersebut. Ada banyak alasan yang melatarbelakanginya. Mulai dari kebiasaan yang tertanam sejak dini, anggapan sulitnya menggunakan reusable pad, hingga terbentur tabu untuk menggunakan menstrual cup.
Jika masih takut beralih pada menstrual cup, Jeanny menyarankan wanita untuk mulai melirik reusable pad. Namun, perhatikan bahan reusable pad sebelum membeli.

Jeanny mengatakan, bahan dengan komponen microfibre berisiko mencemari lingkungan. Pasalnya, saat dicuci, komponen mudah terlepas dan bercampur dengan air pembuangan hingga ujung-ujungnya meracuni tubuh manusia.

"Pilih bahan yang 100 persen katun. Meski daya tampung lebih besar daripada pembalut sekali pakai, tetap perhatikan durasi penggunaan dan kapan harus diganti," jelas Jeanny.

(els/asr)



#sccaparkost #AgenPerubahan #GayaHidupProduktif #AgentOfChange #aparkost #infomakassar
 
 

Selasa, 28 Januari 2020

Ini 4 Tokoh Berpengaruh Investasi Emas Dunia, Siapa Saja?

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas bisa jadi salah satu aset investasi yang menarik, sebab belakangan ini harganya semakin berkilau. Hari ini (Selasa, 23/7/19), harga emas menyentuh Rp 656.000 per gram, naik dari Rp 655.000 per gram kemarin atau US$ 1.418,5/troy ounce berdasarkan kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX).

Menurut, American Bullion Inc, ada banyak sebab mengapa harga emas terus berubah, di antaranya adalah alasan ekonomi, suasana hati investor, kesehatan bank sentral dan pemerintah pusat, dan lainnya.

Oleh karena itu, semakin banyak saja orang yang memilih menjadi investor emas. Namun, hanya ada beberapa figur yang punya pengaruh terhadap investasi emas di dunia ini, yang pernyataannya bisa langsung mengubah arah harga. Berikut adalah beberapa investor tersebut.

1. John Paulson
Ini 5 Investor Emas Paling Berpengaruh Di Dunia

John Paulson adalah seorang investor atau hedge fund legendaris. Lembaga dana lindungnya, Paulson & Company, pernah mengelola aset senilai lebih dari US$ 35 miliar. Pada satu masa di tahun 2015, lembaga dana lindungnya memiliki lebih dari US$ 1,5 miliar dalam bentuk bullion, stok emas, dan ETF emas.

Paulson telah berulang kali menggemparkan dunia, terutama ketika prediksinya pada tahun 2007 benar terjadi. Saat itu ia memprediksikan bahwa pasar perumahan, yang sedang berada dalam keadaan gelembung (bubble), akan runtuh. Strategi dana lindung dan keputusan short-nya membuat investornya meraup untung bersih hingga US$ 15 miliar dalam prosesnya.

Meski Assets Under Management (AUM) di Paulson & Co. telah turun secara drastis pada tahun 2016 dan awal 2017, namun tidak diragukan kata-katanya akan sangat berpengaruh di dunia investasi pasar logam mengingat rekam jejaknya yang sudah terbukti.


2. Stanley Druckenmiller
Ini 5 Investor Emas Paling Berpengaruh Di Dunia


Stanley Drunkenmiller, seperti Paulson, adalah titan dana lindung nilai. Hedge fund-nya, Duquesne Family Office, sering melaporkan kepemilikan emas dalam semua bentuk dengan nilai aset antara US$ 200 juta hingga US$ 400 juta.

Pada tahun 2016 ia pernah menjadi berita besar. Semalam sebelum Presiden Donald Trump terpilih jadi presiden Amerika Serikat (AS), Drunkenmiller melepas semua kepemilikan emasnya. Langkahnya ini membawa gelombang serius di dunia investasi.

Namun, langkah bearish-nya tidak bertahan lama. Pada Februari 2017, ia kembali berinvestasi di emas.

"Saya ingin memiliki beberapa mata uang dan tidak ada negara yang ingin mata uangnya menguat," katanya saat itu.


3. Tyler Durden
Ini 5 Investor Emas Paling Berpengaruh Di Dunia


Tyler Durden bukanlah investor emas yang sebenarnya. Faktanya, Tyler Durden bukan orang benaran juga.

Dia merupakan tokoh protagonis dan antagonis utama dalam novel Fight Club. Tokoh fiksi ini diketahui memiliki gangguan identitas disosiatif dan banyak berperan dengan nama Narrator dalam kisah itu.

Nama Durden ini dipakai sebagai nama samaran online untuk seluruh staf penulis di situs web keuangan ZeroHedge yang terkenal.

ZeroHedge yang sering menulis secara proaktif tentang emas dan investasi emas dalam situsnya, mungkin adalah situs yang paling sering dikunjungi. Tulisannya yang sering kali bearish dan sensasional telah memberi dampak luas di ekonomi global. Meski banyak situs lainnya yang menulis tentang hal serupa, namun nyatanya situs ini-lah yang paling berpengaruh.

Setiap artikel yang diposting ZeroHedge mencantumkan nama Tyler Durden sebagai penulis dengan foto Brad Pitt, aktor yang memerankan Tyler Durden pada film adaptasi Fight Club di tahun 1999.


4. George Soros
Ini 5 Investor Emas Paling Berpengaruh Di Dunia

George Soros bukanlah penggemar emas yang konsisten, tetapi pasar emas mendengarkan pendapatnya dari waktu ke waktu. Soros pernah terkenal menyebut emas sebagai "gelembung pamungkas". Ia juga sering mengejek investor yang membeli emas murni nyata dibandingkan saham perusahaan.

Namun, ia juga memiliki pandangan bearish akan masa depan ekonomi global, terutama China. Akibatnya, soros kini lebih tertarik ke emas.

Ia membeli lebih dari 1 juta saham di SPDR Gold Trust (ETF emas terbesar) pada Mei 2017. Saat itu nilai investasinya mencapai lebih dari US$ 123 juta.


(hps/hps)


#sccaparkost #AgenPerubahan #GayaHidupProduktif #AgentOfChange #aparkost #infomakassar

Minggu, 19 Januari 2020

Perbedaan Gaya Hidup dan Biaya Hidup

TIMESINDONESIA, JAKARTAGaya hidup dan biaya hidup sekilas terdengar sama padahal memiliki arti yang sangat jauh berbeda. Biaya hidup adalah kebutuhan yang bisa dibilang sangat penting dan harus dipenuhi saat ini atau bisa juga kebutuhan mendesak, seperti makan, kesehatan, pakaian, tempat tinggal dan kendaraan.

Meskipun dibilang demikian, biaya hidup dipilih berdasarkan kebutuhan dan fungsinya, seperti rumah berfungsi sebagai tempat tinggal. Ya, tempat tinggal yang cukup untuk bernaung, kendaraan yang cukup untuk mengantarkan kita kemanapun kita ingin pergi.

Berbeda dengan biaya hidup, gaya hidup adalah kebutuhan yang tidak mendesak dan hanya diperuntukkan untuk orang yang memiliki penghasilan lebih. Seperti rumah mewah yang memiliki tingkat 2 meskipun hanya diisi oleh 3 orang, dan mobil mewah meskipun hanya untuk seorang diri saja.

Jika kita pikirkan dengan seksama, sebenarnya biaya hidup kita sangat murah sekali, karena hanya mencukupi kebutuhan kita tanpa muluk-muluk memilih barang yang mahal untuk gaya hidup yang mewah.

Gaya hidup harus disesuaikan dengan penghasilan kita agar tidak berdampak buruk untuk ke depannya. Oleh karena itu, kita harus lebih cermat dalam memilih kehidupan. Yang harus diutamakan tetaplah biaya hidup terlebih dahulu.

Pentingnya Disiplin Alokasi Aset      

Sembilan orang terkaya dan berkuasa di dunia pada saat itu mengadakan pertemuan di Hotel Edgewater Beach di Chicago pada tahun 1932.
Charles Schwab: Pemimpin Perusahaan Baja Terbesar
Samuel Insull: Presiden Perusahaan Jasa Public Terbesar Di Dunia
Howard Hopson: Pemimpin Perusahaan Gas Terbesar
Leon Frazier: Presiden Bank of International Settlements
Ivar Kreuger: Presiden International Match Co.
Richrad Whitney: Presiden New York Stock Exchange
Albert Fall: Anggota Kabinet Presiden Harding
Arthur Cotton: Spekulator Saham Terbesar
Jesse Livermore: Spekulator Saham Terbesar
Waktu berlalu. Dua puluh lima tahun setelah pertemuan mereka, fakta mengejutkan dan menyedihkan terjadi kepada mereka.
Charles Schwab: Meninggal tanpa uang sepersen pun setelah hidup selama 5 tahun dengan uang pinjaman.
Samuel Insull: Meninggal tanpa uang di tanah asing.
Howard Hopson: Sakit jiwa
Leon Frazier: Mati bunuh diri
Ivar Kreuger: Meninggal tanpa uang
Richrad Whitney: Baru bebas dari penjara
Albert Fall: Baru bebas dari penjara
Arthur Cotton: Meninggal tanpa uang
Jesse Livermore: Mati bunuh diri
Mengapa hal ini bisa terjadi pada orang terkaya sekalipun? Jawabannya adalah pengelolaan keuangan.

Tentunya ada banyak alasan yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Tetapi faktor terbesar disebabkan ketidakpastian mereka dalam mengantisipasi keadaan yang terjadi. Setiap orang perlu mengalokasikan ke pos-pos keuangan di bawah ini. Berapa pun pendapatan Anda setiap bulannya Anda harus mengalokasikan ke dalam enam pos yang berbeda. 
Berikut enam pos penting untuk kesehatan finansial Anda.

Suatu misal Anda bekerja dan tiap bulan Anda mendapatkan gaji sebesar Rp 10.000.000, maka inilah yang perlu Anda lakukan. Jumlah uang dapat Anda sesuaikan dengan besar pemasukan Anda.

Alokasi Aset:
1. 10% : Sedekah/ Amal/ Sumbangan
2. 10% : Investasikan ke tempat yang aman
3. 10% : Pendidikan
4. 10% : Cadangan
5. 10% : Alokasi Kesenangan
6. 50% : Biaya Hidup
• 10% : Gunakan Rp 1.000.000,- untuk Sedekah/ Amal/ Sumbangan

Dalam pemahaman agama, sedekah justru akan malah menyehatkan dan menyejahterakan kita. Banyak mentor dan guru agama yang menjelaskan manfaat sedekah ini. Hal ini untuk membantu Anda agar tidak menjadi budak uang dan terikat dengan uang.
• 10% : gunakan RP. 1.000.000,- untuk investasi ke tempat yang aman

Uang inilah yang akan berkembang dan membantu menyejahterakan Anda. Anda harus rutin menginvestasikan uang ini. Bisa dalam bentuk Deposito, Unit Link, Saham, Surat Berharga, Mata Uang Asing, dan Instrumen Pasar Modal lainnya.
Telitilah dulu apakah investasi Anda terpercaya. Semakin banyak uang yang Anda investasikan, semakin banyak passive income yang Anda dapatkan.
• 10% : gunakan RP. 1.000.000,- untuk pendidikan

Pendidikan yang kami maksud bukan berarti Anda harus sekolah lagi atau kuliah lagi. Uang tersebut Anda investasikan untuk mendapatkan ilmu yang baru. Ilmu dapat diperoleh dari buku berkualitas, seminar, membeli CD/DVD, dan mengikuti pelatihan.
Zaman terus berubah. Pikiran kita belum tentu berubah. Inilah manfaat ilmu pengetahuan bagi kita. Sedikit uang Anda akan kembali berkali-kali lipat dengan ilmu yang Anda dapatkan.

• 10% : gunakan RP. 1.000.000,- untuk dana cadangan
Banyak contoh di sekitar kita terjadi hal-hal yang tidak terduga misalkan kecelakaan, sakit, motor/ mobil rusak, dsb. Alangkah baiknya Anda memiliki dana cadangan untuk masalah. Akan sangat lebih baik jika beban ini Anda tanggungkan kepada perusahaan asuransi. 
• 10% : gunakan RP. 1.000.000,- untuk having fun
Bekerja terus menerus tanpa menggunakannya sama sekali akan menimbulkan dampak psikologis yang kurang baik. Menikmati jerih payah Anda sebanyak 10% ini sangat baik untuk memanjakan diri Anda sendiri. Pergilah berbelanja. Ajak keluarga untuk jalan-jalan. Makanlah di restoran yang enak. Anda harus melakukannya.
• 50% : gunakan RP. 5.000.000,- untuk biaya hidup

Cukup tidak cukup harus cukup. Begitulah nasihat dari inspirator sukses no. 1 di Indonesia ini. Anda dapat belajar menghemat. Manakah yang dapat dihemat dari beberapa jenis pengeluaran ini.

Jika Anda terbiasa naik mobil, cobalah naik angkutan umum. Jika Anda selalu membeli sayur untuk memasak, cobalah menanam sayur sendiri di pekarangan rumah. Pilihlah alternatif yang termurah asalkan tidak mengurangi fungsinya.

“Satu lagi saran saya, untuk membeli barang konsumtif, hindarkan dompet Anda dari kata ‘kredit’ dan ‘ngutang’. Hal ini benar-benar akan mencekik leher Anda. Bergaya hiduplah sederhana seperti yang dinasihatkan orang terkaya no. 3 di dunia, Warren Buffet.

Angka di atas adalah contoh jika penghasilan Anda Rp. 10.000.000,- jika penghasilan Anda lebih, tinggal masukan angka rupiahnya saja. Dengan menggunakan konsep ini, Anda lebih mudah dan terarah dalam memantau dan mengalokasikan uang Anda.

“Dengan begini, Anda tidak akan mengalami krisis keuangan yang dapat menimbulkan pertengkaran suami-istri. Atau jika Anda masih lajang, Anda sudah belajar bagaimana mengatur keuangan dengan lebih baik,’’ tuturnya.

Anda harus benar-benar jeli membedakan gaya hidup dengan biaya hidup. Jangan sampai hanya karena memenuhi gaya hidup, keuangan Anda jadi berantakan. (*)


#GantiGayaHidup #GayaHidupProduktif #ayoinvestasi #AgentOfChange #ubahcarapandang #sccaparkost #scc #aparkost #WeCreateAgentOfChange #WCAC #AgenPerubahan
 

Minggu, 12 Januari 2020

7 Cara Mengatur Keuangan yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Mengatur keuangan bulanan sebenarnya susah-susah gampang. Banyak orang berguru atau sekadar membaca artikel tips mengelola keuangan yang baik dan benar dari para pakarnya secara langsung maupun via online. Itu sah-sah saja mengingat mengatur keuangan sangat bermanfaat bagi masa depan finansial Anda.

Mengatur keuangan bukan saja memperhitungkan setiap pemasukan dan pengeluaran, tapi juga belajar bagaimana cara keduanya berjalan seimbang, tidak besar pasak daripada tiang sehingga menimbulkan defisit keuangan. Oleh karenanya, perlu mengetahui betul detail pengeluaran jangka pendek dan jangka panjang, serta melakukan upaya penghematan.

Jika masih bingung, ini nih ada beberapa cara mengatur keuangan yang dijamin ampuh untuk membangun masa depan keuangan lebih stabil.

1. Mengatur Gaji dengan Prinsip 50-20-30


Cara mengatur keuangan yang satu ini sangat sederhana, tapi tak banyak orang tahu. Jadi mengatur anggaran dengan sistem 50-20-30. Apa itu? Setiap gaji atau penghasilan yang Anda terima setiap bulan, alokasikan 50% dari uang tersebut untuk biaya hidup sehari-hari, seperti makan, biaya transportasi, membayar sewa rumah, tagihan listrik dan air, termasuk tagihan kartu kredit.
Selanjutnya, sisihkan 20% dari gaji untuk tabungan dan investasi. Anda harus mengalokasikan uang untuk dana darurat, misalnya saat Anda jatuh sakit, motor rusak, atau kejadian tak terduga lainnya.

Jangan lupa gunakan juga untuk investasi di dana pensiun atau instrumen investasi lain. Dana ini jangan sampai diganggu gugat.

Sedangkan sisa anggaran 30% dari gaji Anda untuk hiburan, liburan, belanja baju atau membeli barang yang diinginkan. Jika alokasi anggaran ini dianggap terlalu besar, Anda bisa memperkecilnya. Sebetulnya Anda dapat menyesuaikan sendiri dengan tetap berpegang pada prinsip 50-20-30.

2. Gambarkan Diri Anda saat Usia 80 Tahun

Saat ini Anda memang masih masuk dalam rentang usia generasi milenial 20-30 tahunan. Tapi coba Anda bayangkan diri Anda di usia 80 tahun. Apakah Anda masih ingin bekerja mencari uang atau mau menikmati hidup bersama anak cucu? Jika tidak ingin masa pensiun Anda nelangsa tanpa bekal keuangan yang cukup, tentu saja Anda harus mulai berpikir soal tabungan pensiun sejak masih muda.

Bayangkan pula di umur 80 tahun, Anda sudah mempunyai rumah dan kendaraan, menyekolahkan anak-anak sampai sarjana, seluruh keluarga sudah terlindungi asuransi, ada usaha yang menopang hari tua. Betapa indahnya kan? Untuk mencapai semua itu, Anda perlu mengatur keuangan dengan tepat selagi muda. Tentunya bisa loh tanpa harus mengorbankan gaya hidup Anda.   

3. Siapkan Dana Pensiun

Tidak banyak orang yang memikirkan dana pensiun selagi mereka di usia produktif. Rata-rata mereka berpikir bahwa uang yang diperoleh hanya untuk memenuhi kebutuhan sekarang. Padahal mereka harus mempersiapkan dana atau tabungan pensiun. Di mana Anda akan menjadi tua dan sudah tidak produktif lagi bekerja. Anda dapat menyisihkan 10% dari gaji bulanan untuk setoran dana pensiun.

4. Manfaatkan Asuransi Sebaik Mungkin

Jangan salah kaprah, beberapa polis asuransi jiwa saat ini menawarkan opsi percepatan manfaat. Di mana manfaat atau jaminan kematian dapat dibayarkan saat tertanggung masih hidup. Misalnya ketika Anda membeli asuransi untuk ibu Anda yang berusia 75 tahun, maka Anda dapat mengajukan klaim asuransi untuk biaya perawatan ibu ketika sakit. Nantinya pihak asuransi akan mengurangi manfaat kematian dengan jumlah uang yang sudah cair untuk biaya pengobatan.

Saldo sisanya akan dibayarkan ke Anda apabila ibu Anda meninggal dunia. Asuransi jiwa dapat digunakan untuk mengganti aliran pendapatan bagi pasangan yang masih hidup, memberi jaminan untuk ahli waris, mengganti nilai aset, memaksimalkan pensiun, dana kuliah untuk anak dan cucu, dan manfaat lainnya.

5. Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Meski sedang mengelola keuangan, Anda tidak perlu menutup kartu kredit. Anda bisa menyiasati pinjaman dengan bijak menggunakan kartu kredit. Semakin lama usia kartu kredit dan ketepatan waktu membayar cicilan akan terekam pada skor kredit Anda. Menutup kartu kredit tentu saja merusak skor kredit Anda. Jika Anda punya kartu kredit lama dengan limit yang layak, biarkan saja karena Anda dapat memakainya untuk keperluan mendadak.

6. Negosiasikan Bunga saat Mengajukan Pinjaman

Siapa bilang bunga pinjaman tidak bisa dinegosiasikan? Caranya mudah, datang saja ke pihak bank untuk membicarakan hal tersebut. Anda bisa membicarakan terkait bunga dan tenor pinjaman. Tujuannya agar tidak mengganggu kondisi keuangan Anda secara menyeluruh. Jadi, tidak semua pendapatan dibayarkan hanya untuk cicilan.

7. Simpan Uang Receh

Jangan sepelekan uang receh. Simpanlah hasil kembalian dari warung, minimarket, dan lain sebagainya. Siapkan wadah untuk menyimpan uang receh tersebut agar tidak berceceran. Nantinya uang receh ini akan terus bertambah dan bisa digunakan saat-saat darurat, terutama di tanggal tua saat dompet mulai cekak.

Cerdas Mengatur Keuangan, Hidup Jadi Lebih Tenang

Menjaga keuangan agar tetap stabil memang terdengar mudah, tetapi realitanya tidak begitu. Butuh komitmen kuat untuk menjalankannya. Sebab tanpa komitmen, Anda akan mudah tergoda dengan berbagai halangan yang ada di depan mata sehingga dapat merusak rencana keuangan yang sudah disusun sedemikian rupa. Apalagi ini sudah memasuki tahun baru. Cerdas dalam mengatur setiap pemasukan dan pengeluaran adalah kuncinya. Tujuannya untuk mencapai masa depan keuangan yang lebih baik.

Disadur dari

#sccaparkost #AgenPerubahan #GayaHidupProduktif #AgentOfChange #aparkost #infomakassar

Selasa, 07 Januari 2020

Dunia Serba Digital, Gaya Hidup Harus Dikendalikan

Harianjogja.com, JAKARTA--Gaya hidup digital atau digital lifestyle bisa diartikan sebagai kehidupan yang semakin sederhana dan mudah karena adanya penggunaan teknologi. Gaya hidup digital sebelumnya telah dipopulerkan oleh pendiri Microsoft Bill Gates.

Tren gaya hidup digital di era saat ini sulit ditinggalkan. Pasalnya penggunaan teknologi sudah sangat erat di kehidupan sehari-hari. Misalnya mulai dari smartphone, kamera yang dapat digunakan untuk membuat vlog liburan, smartwatch tahan air yang digunakan untuk mengontrol kesehatan, hingga produk keuangan yang serba digital.

Bill Gates juga mengungkapkan produktivitas seseorang akan maksimal apabila beradaptasi dengan gaya hidup digital. Lantas apakah masyarakat kini dapat beradaptasi atau memanfaatkan dengan benar atau malah dimanfaatkan?.

Misalnya saja, berdasarkan hasil survei tahunannya Indonesian Digital Mums (IDM) 2018, The Asian Parent menggambarkan tren perilaku online lebih dari 1.000 ibu-ibu digital masa kini. Laporan tersebut menyebutkan bahwa sebanyak 99% ibu di Indonesia menjadi penentu belanja rumah tangga. Data tersebut juga didukung dengan peningkatan penggunaan internet sebanyak 48,7%.

Seperti ibu-ibu di negara-negara Asia Tenggara lainnya, ibu di Indonesia semakin aktif mengonsumsi internet dan semakin cerdas secara digital. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk mendongkrak angka konsumsi di Indonesia.

Berdasarkan survei, temuan kunci yang diperoleh misalnya para ibu mengaku mereka sering mengunjungi situs parenting sebanyak 24%, bermain media sosial sebesar 20% dan berbelanja secara online mencapai 19%.

Selain itu, bedasarkan hasil Survei MarkPlus menyebutkan 46% milenial mengakses e-commerce sebanyak empat kali dalam tiga bulan terakhir, dan sebanyak 91% mengakses melalui HP mereka. Hal tersebut menunjukan gaya hidup digital mulai meningkat adopsinya di masyarakat Indonesia.

EVP, Head of Wealth Management & Retail Digital Business Commonwealth Bank mengatakan memang belum terdapat studi khusus untuk mempelajari perilaku pengendalian gaya hidup digital. Namun, dia menyarankan untuk melakukan pembatasan jumlah uang yang ditransfer dalam e-wallet dari aplikasi-aplikasi belanja. “Secara tidak langsung ini juga mengendalikan gaya hidup digital,” kata Ivan kepada Bisnis, dikutip Kamis (20/12/2018)

Terdapat dua hal yang dapat dilakukan, lanjutnya, pertama adalah memprioritaskan menabung atau berinvestasi terlebih dahulu sebesar 20%-30% dari pendapatan bulanan, setelah itu baru berbelanja.

Kedua, rajin mencatat pengeluaran setiap bulan, hal tersebut akan memudahkan kita untuk meninjau ulang pengeluaran. Sehingga mengetahui barang apa yang bisa hemat di belanja bulanan berikutnya. Menggunakan aplikasi finansial yang mempunyai fitur budgeting untuk membantu mencatat ataupun mengontrol pengeluaran, sehingga tidak terjebak dalam hidup boros.

Dia mengataka apabila pengeluaran untuk aktivitas daring itu adalah untuk memudahkan dalam belanja kebutuhan bulanan, maka belanja online disesuaikan dengan catatan kebutuhan rutin bulanan, sehingga tidak overspend.

“Apabila aktivitas online dilakukan bukan untuk kebutuhan rutin bulanan, targetkanlah maksimal pembelian setengah dari kebutuhan rutin bulanan, sekitar 25% dari pendapatan bulanan,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia


#sccaparkost #AgenPerubahan #GayaHidupProduktif #AgentOfChange #aparkost #infomakassar

Senin, 06 Januari 2020

5 Kebiasaan Ini Akan Menjadikanmu Semakin Dekat dengan Hedonisme!

Hidup secara hedonisme sebenarnya impian dari semua orang. Selalu berbahagia dan bersenang-senang sepanjang waktu mungkin sudah membius banyak orang untuk menganutnya. Terlebih dengan kehadiran sosmed yang semakin memberi janji hedonisme yang praktis.
Namun, adakalanya pengaruh buruk dan sisi negatif hedonisme semakin membawa kita jauh dari manusia pada normalnya.
Di mana ada kesenangan, maka sudah pasti diawali dengan kesulitan dan kesedihan sebelumnya. Perasaan suka dan duka akan dihadapi manusia secara silih berganti sebagaimana sistem keseimbangan dari hidup manusia itu sendiri. Maka paham hedonisme sudah sepatutnya kita buang jauh-jauh karena hidup ini bukan hanya tentang bersenang-senang.
Namun terkadang tanpa kita sadari, sikap dan perilaku sehari-hari justru membawa kita semakin dekat dengan hedonisme. Agar tidak lebih jauh melangkah, coba koreksi lima kebiasaan hidup berikut yang mendekatimu ke hedonisme.

1. Menghindari masalah dan takut menghadapi kenyataan

Jika kamu adalah manusia yang berpikiran praktis, maka pergi dari masalah adalah solusi yang menurutmu paling cepat. Namun hati-hati dengan keseringan lari dari masalah justru akan menjadikanmu manusia yang lemah dan pemalas. Sikap pemalas inilah yang melekat erat pada si penganut hedonisme.
Mereka lebih suka cara-cara yang instan dan menjanjikan kebahagiaan banyak dibandingkan bersusah payah menyelesaikan masalah.

2. Memiliki budaya konsumtif yang tinggi

Lebih besar pasak daripada tiang. Apa jadinya jika pengeluaran bulananmu jauh lebih besar dibandingkan pemasukan ke rekeningmu? Hidup secara konsumtif berlebihan akan menjuruskanmu ke dalam hedonisme.
Kesenangan untuk membelanjakan semua uangmu akan berdampak buruk untuk hidupmu. Lebih baik mengatur keuangan secara sehat dan menahan diri dalam menggunakannya.

3. Hanya berorientasi pada uang

Bekerja untuk mendapatkan uang itu memang wajar. Tapi melakukan segala hal dalam hidupmu hanya untuk uang semata hanya akan mempersempit pikiran dan mendekatkanmu ke dalam hedonisme. Tidak semua pekerjaan harus menjurus ke uang.
Sesekali untuk menghindarimu dari orientasi uang semata, lakukanlah nilai-nilai sosial yang membuka pikiran dan hati.

4. Memiliki impian besar namun tidak pernah bergerak untuk mewujudkannya

Berkhayal, melamun, dan bermimpi besar itu diperlukan dalam hidup. Bahkan seseorang yang sukses selalu mengawali hidup dengan berkhayal dan berimajinasi tinggi setiap hari. Hanya saja, tanpa sebuah gerakan kecil, mimpi besar tersebut hanya akan menguap dalam ruangan kosong.
Seorang hedonisme selalu menyukai sesuatu yang instan. Dibandingkan bekerja keras dan membuahkan hasil. Dia lebih suka berkhayal dalam mimpi dan berharap kelak ada keajaiban yang mengabulkan mimpinya.

5. Selalu menekan orang lain untuk memenuhi keinginanmu

Sikap malas dan tidak ingin bekerja keras adalah ciri-ciri dari hedonisme. Mereka cenderung mencari kenyamanan dan kebahagiaan secara instan tanpa memikirkan dampak masa depan. Dan terkadang sikap mereka yang arogan dan egois dapat menekan dan menyakiti hati orang lain.
Sikap dan perilaku sehari-hari dapat membawamu ke pengaruh hedonisme tanpa kamu sadari. Membiasakan hidup sederhana dan menyukai tantangan adalah cara untuk keluar sedikit demi sedikit dari pengaruhnya.
Karena tidak ada yang kesenangan yang sempurna tanpa diiringi dengan segala kerja keras untuk meraih kesenangan itu sendiri.


Yenny Anggrainy Photo Community Writer Yenny Anggrainy
Penulis dan calon pengusaha 



#GantiGayaHidup #GayaHidupProduktif #ayoinvestasi #AgentOfChange #ubahcarapandang #sccaparkost #scc #aparkost #WeCreateAgentOfChange #WCAC #AgenPerubahan

Kamis, 26 Desember 2019

7 Prinsip Atur Uang Ala Pebisnis Dunia Warren Buffet

AKURAT.CO Warren Buffet adalah pebisnis yang dikenal diseluruh dunia. Kepiawaiannya berinvestasi dan berbisnis membuatnya dijadikan salah satu inspirasi oleh para pebisnis saat ini. Dibalik kesuksesannya itu, bakal tentu dirinya memiliki prinsip dalam keuangan. Berikut prinsip mengatur keuangan ala Warren Buffet.

1. Nilai dan harga
Kehilangan uang adalah hal yang paling tidak disarankan oleh Warren. Jika memang kita ingin membelanjakan uang, harus ada nilai yang didapat, agar tidak rugi.

2. Tabungan adalah utama
Berapapun pemasukan, pastikan tabungan adalah prioritas utama dan harus dijadikan sebagai kebiasaan. Jangan menabung dari apa yang tersisa tetapi menabung sebelum ada yang tersisa.

3. Jauhi utang
Orang tidak perlu berutang, dengan pengelolaan yang cerdas dan mendalam maka bisnis bisa bertahan dan berkembang tanpa utang.

4. Uang kas sebagai dana darurat
Bagi bisnis ataupun keuangan pribadi, dana darurat haruslah disiapkan. Banyak perusahaan-perusahaan yang akhirnya tumbang dihantam krisis karena ketiadaaan kas yang cukup.

5. Investasi terbaik adalah investasi diri
Investasi terbaik adalah menginvestasikan segalanya kepada pengembangan kemampuan diri. Tentu saja dengan pertimbangan peluang dan hasil dari peluang tersebut sebagai dasar untuk menentukan fokus pengembangan diri.

\6. Memberi
Kesuksesan merupakan andil dari orang lain. Maka dari itu, beramal adalah satu hal yang paling disarankan untuk selalu dilakukan.

7. Sabar dan visioner
Berbisnis adalah beradu dengan waktu. Tidak ada yang dilakukan tanpa proses entah seberapa besarpun sumbernya. Teruslah berusaha untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi kedepannya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum


#sccaparkost #AgenPerubahan #GayaHidupProduktif #AgentOfChange #aparkost #infomakassar

Minggu, 15 Desember 2019

Pilihan Investasi, Apakah yang Jadi Pertimbangan untuk Investasi Properti

WARTA KOTA, PALMERAH--- Sekarang sudah bayak pilihan dan cara seseorang untuk berinvestasi.. Akan tetapi sering kali muncul pertanyaan di benak, apakah ini saat yang tepat untuk berinvestasi di properti? Bila ingin serius berinvestasi di sektor properti, bisa memilih rumah, apartemen, atau bangunan komersial.


Bagaimanapun, properti merupakan investasi jangka panjang yang besar meskipun harganya dapat berfluktuasi secara liar dalam jangka pendek dan tergantung pada keadaan ekonomi. Jadi, apa yang perlu dipertimbangkan jika Anda ingin berinvestasi di properti?

Biaya

"Lihatlah resesi terakhir dan Anda melihat penurunan harga yang besar di tempat-tempat seperti Las Vegas di mana ada kenaikan besar sementara tempat-tempat seperti Austin, yang tidak memiliki lonjakan besar, datar," kata salah satu pendiri dan CEO BuildFax, Holly Tachovsky.

Tachovsky mengatakan, setiap investor yang memandang perumahan sebagai investasi harus melakukan pekerjaan rumah mereka.
"Pertimbangkan pemeliharaan yang ditangguhkan dan biaya tersembunyi lainnya," katanya.


Investor yang berpikir tentang properti mungkin ingin mempertimbangkan properti komersial juga. CEO CrowdStreet, pasar investasi real estat komersial online, Tore Steen, mengatakan, investor harus mencari tempat dengan pertumbuhan lapangan kerja yang baik.
Sementara itu, Chief Marketing officer CrowdStreet, Brent Hieggelke, mengatakan, investor harus mencari jenis properti yang dapat bertahan dengan baik bahkan dalam ekonomi yang lebih lembut.


"Apa yang Anda inginkan adalah portofolio yang seimbang. Perumahan siswa dan pusat kehidupan senior sama-sama tumbuh demografi yang cukup bukti resesi," katanya.

Tak Perlu Jadi Miliarder
Jika ingin berinvestasi di properti, Anda harus memastikan bahwa telah menyimpan banyak uang tunai terlebih dahulu. Baik untuk uang muka atau untuk berinvestasi dalam dana properti. CrowdStreet, misalnya, memiliki investasi minimum 25.000 dollar AS untuk berbagai dana.


Namun, ada cara yang lebih murah untuk berinvestasi di properti. Membeli properti Investment Trust atau biasa disebut (REIT) bisa menjadi pilihan yang pas karena harga yang terjangkau bagi investor konservatif. Investor juga mendapat dividen yang menguntungkan yang dapat membantu memberikan penghasilan yang stabil, seperti halnya obligasi. Jadi, Anda tidak perlu menjadi miliarder atau bahkan miliarder untuk menjadi seorang maestro properti.


Disadur dari

#sccaparkost #AgenPerubahan #GayaHidupProduktif #AgentOfChange #aparkost #infomakassar

Minggu, 08 Desember 2019

Konsumerisme Sudah Menjadi Budaya dan Jadi Persoalan Serius

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Dosen Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Dr Karlina Supelli menyatakan, saat ini konsumerisme menjadi budaya di lingkungan masyarakat Indonesia.
Budaya konsumerisme  merupakan persoalan utama dan serius.
"Penelitian LIPI menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menduduki peringkat ketiga dari 106 negara di dunia yang diukur terkait tingkat kepercayaan diri untuk berbelanja," kata pada Serial Fokus Group Discussion (FGD) serial-6 yang digelar PPAD, FKPPI dan YNSB bertema Strategi Kebudayaan Kontekstual Dalam Pembangunan Karakter Bangsa, kemarin.
Karlina membandingkan Indonesia dengan dua negara kaya, Skandinavia dan Swiss yang justru menempati urutan ke 60 dan 70 dalam hal kepercayaan diri untuk berbelanja.
“Ini memunculkan lingkaran setan, masyarakat menjadi tidak produktif dan cenderung menjadi konsumen dan ini harus mendapat perhatian," kata Karlina.
Karlina juga menyoroti persoalan korupsi yang kini dihadapi Indonesia dalam membangun negara.
Menurut dia, mengubah kebiasaan sehari-hari, diantaranya mengubah budaya baik cara berpikir, merasa dan bertindak merupakan cara mengatasinya.
Karlina menekankan pentingnya membangun kebiasaan-kebiasaan yang bukan hanya personal, tetapi juga kebiasaan personal yang punya efek bagi kebaikan hidup bersama.
Bambang Wibawarta menyoroti rendahnya Human Capital Index Indonesia di ASEAN yang mengalami penurunan sehingga menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan daya saing dan ini akan lebih sulit menghadapi era globalisasi.
"Karenanya diperlukan strategi kebudayaan untuk dijadikan benteng menghadapi segala tantangan bangsa.
"Ini memiliki dua makna yakni strategi pengembangan dan pelestarian kebudayaan dan strategi sebagai pendekatan untuk menyelesaikan masalah sosial, ekonomi, politik, menghadapi proxy war dan neocortical war yaitu cara perang tanpa penggunaan kekerasan," katanya.
GFD tersebut menjadi rangkaian Simposium Nasional Kebudayaan bertema Pembangunan Karakter Bangsa Untuk Melestarikan dan Mensejahterakan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.


#sccaparkost #AgenPerubahan #GayaHidupProduktif #AgentOfChange #aparkost #infomakassar

Rabu, 27 November 2019

Menakar Gaya Hidup Kaum Kelas Menengah Baru

“Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”
04 Juni 2019 , 08:15
 
Oleh Nugroho Pratomo*

Pada masa sekitar dekade 1980-an, Jalan Melawai dan sekitarnya di kawasan Blok M Jakarta Selatan, dikenal oleh para remaja di kala itu sebagai salah satu daerah tempat “nongkrong” yang asyik. Banyak remaja di masanya yang menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat untuk berkumpul terutama sepulang sekolah.

Wajar saja, karena pada tahun-tahun tersebut belum banyak dikenal pusat-pusat perbelanjaan atau yang biasa disebut dengan mal di Jakarta. Begitu terkenalnya kawasan tersebut, hingga para musisi juga menciptakan sebuah lagu yang berjudul “Lintas Melawai” yang dinyanyikan oleh Hari Moekti. Sebuah lagu yang menggambarkan fenomena sosial di Jakarta kala itu.

Seiring dengan perkembangan zaman, selanjutnya, sejak pertengahan dekade 1990-an hingga awal tahun 2000-an, kawasan Jalan Kemang di Jakarta Selatan, dikenal sebagai salah satu kawasan wisata. Banyak kafe, restoran, hotel, bermunculan. Karenanya pula, daerah tersebut semakin tumbuh dan dikenal oleh banyak kalangan.

Berbeda dengan kawasan Melawai, kawasan Jalan Kemang juga banyak dikenal oleh kalangan warga asing. Hal ini tidak mengherankan, karena di daerah tersebut juga tidak sedikit warga asing atau para ekspatriat yang tinggal di sekitar Kemang.

Tumbuhnya kawasan Kemang yang salah satunya ditandai oleh berjamurnya kafe tersebut, juga menarik perhatian para eksekutif muda. Para eksekutif muda dan para kelas menengah baru yang ketika itu mulai merasakan euforia bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, juga menjadikan kawasan Kemang sebagai salah satu tempat bertemu.

Banyak dari mereka (termasuk juga penulis) ketika itu, terutama pada saat akhir pekan, berkumpul dengan teman-teman di kafe-kafe sambil mendengarkan musik hidup (live music). Kebetulan ketika itu pula, telepon selular telah mulai banyak digunakan. Hal tersebut sedikit banyak, juga mempermudah komunikasi untuk membuat janji bersua di akhir pekan sepulang berativitas rutin di tempat kerja.

Seiring dengan perjalanan waktu, terjadi pula perubahan dalam struktur sosial dan ekonomi di masyarakat. Hal tersebut juga diikuti oleh perubahan gaya hidup. Semakin berkembangnya mal-mal di berbagai kota besar, penetrasi dari sejumlah coffee shop internasional, juga telah memaksa perubahan gaya hidup terjadi di tengah masyarakat. Masyarakat khususnya di kota-kota besar seringkali menghabiskan waktu luangnya untuk mengunjungi mal.

Sebagai sebuah sarana one stop service, mal memang telah memanjakan masyarakat dengan berbagai tawaran untuk terus berkonsumsi. Berbagai aktivitas mulai dari makan, berolahraga, menonton film dapat dilakukan di sana. Pendeknya, mal telah menjadi gaya hidup sebagian kelompok masyarakat, khususnya di kota-kota besar di Indonesia.  

Meski demikian, hal tersebut bukan berarti bahwa tidak ada lagi aktivitas yang dilakukan di luar mal. Seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan pendapatan, perubahan sosial juga ditunjukkan dengan semakin meningkatnya kesadaran atas kesehatan dan juga lingkungan. Hal ini sejalan dengan apa yang sering digambarkan oleh Maslow.

Perubahan sosial ini ditunjukkan dengan adanya berbagai kegiatan yang pada akhirnya juga menuntut munculnya berbagai jenis permintaan baru. Bentuk-bentuk permintaan baru ini bagi sebagian kelompok masyarakat memang seringkali dilihat sebagai sebuah bentuk pemborosan. Namun pada saat yang bersamaan, hal tersebut juga berarti peluang bisnis baru. Tergantung pada bagaimana orang memaknainya.   

Waktu luang
Berbagai kegiatan sebagaimana digambarkan tersebut, pada dasarnya bukan hanya sekadar fenomena yang terjadi di Jakarta. Perilaku serupa juga banyak terjadi di kota-kota lain di luar Jakarta. Pola serupa bahkan sudah banyak terjadi di negara-negara lain. Terlebih di negara-negara industri/ maju.  

Kemunculan berbagai bentuk aktivitas seperti tersebut, pada satu sisi seringkali dinilai memberikan dampak yang negatif. Pendapat tersebut pada dasarnya memang cukup beralasan. Karena kebiasaan tersebut jelas berpengaruh pada pola konsumsi orang. Orang-orang seringkali dinilai cenderung akan lebih konsumtif, terlebih pada hal-hal yang sebenarnya bukan merupakan kebutuhan pokok manusia.

Namun pada saat yang bersamaan, perubahan pola konsumsi tersebut juga memberikan dampak yang negatif. Khususnya jika dilihat dari sisi ekonomi. Perubahan pola konsumsi, pada dasarnya juga merupakan potensi untuk terjadinya peningkatan konsumsi. Termasuk di dalamnya menciptakan jenis konsumsi baru. Artinya, terjadinya tuntutan untuk lebih kreatif dalam pemenuhan permintaan baru tersebut.

Dalam pandangan sosiologi ekonomi atau ekonomi institusional lama (old institutional economics), berbagai kegiatan untuk mengisi waktu luang itulah yang pada akhirnya melahirkan kelas menengah baru. Sebuah kelompok masyarakat yang dalam analisis struktur sosial seringkali dinilai sebagai kelompok yang memiliki potensi kemampuan untuk melakukan perubahan sosial di tengah masyarakat. Namun oleh Veblen kelas menengah tersebut dinamakan “leisure class”.  

Dalam karya klasiknya “The Theory of the Leisure Class”, Thorstein Veblen menjelaskan adanya sekelompok orang yang mencoba untuk menghabiskan waktunya dengan cara melakukan sejumlah aktivitas yang bertujuan untuk menikmati hidupnya bersama dengan kelompoknya. Veblen kemudian menyebutnya sebagai ‘conspicuous consumption’.  Conspicuous consumption adalah kegiatan mengonsumsi sesuatu hal tanpa ada tujuan yang pasti.

Namun demikian, melakukan tindakan konsumsi tanpa tujuan tersebut sebenarnya bukan berarti bahwa mengonsumsi tidak menimbulkan konsekuensi. Konsekuensi itulah yang seharusnya dapat ditangkap sebagai sebuah peluang bisnis. Dengan demikian, conspicuous consumption justru menjadi hal yang positif dilihat dari sisi produksi. Mencermati dari sisi produksi, maka sejumlah sektor ekonomi justru tumbuh dan berkembang dari kondisi di saat orang-orang mengisi waktu luang tersebut.  

Perjalanan
Salah satu cara untuk mengisi waktu luang adalah dengan melakukan perjalanan ke sejumlah tempat. Perkembangan teknologi khususnya di bidang transportasi dan telekomunikasi, memang memungkinkan hal itu terwujud. Terlebih berkembangnya berbagai bentuk media sosial memungkinkan promosi objek wisata atau suatu lokasi yang unik  menjadi jauh lebih mudah dan murah. Karena kenyataan menunjukkan bahwa pemasaran melalui instrumen media sosial, memang terbukti telah memberikan pengaruh yang besar. Terutama untuk menarik perhatian para wisatawan.   

Dalam kerangka memanfaatkan aktivitas pada waktu luang tersebut, industri perjalanan (tour & travel) tumbuh dan berkembang. Sektor bisnis ini justru menginginkan bahwa orang-orang memiliki waktu luang yang lebih banyak. Sehingga, waktu yang digunakan untuk melakukan aktivitas ‘jalan-jalan’ semakin panjang.

Kuliner
Berbeda dengan industri perjalanan, industri kuliner relatif lebih memanfaatkan waktu luang atau conspicuous consumption tersebut. Hal ini karena industri kuliner tidak terlepas dari kebutuhan dasar manusia, yaitu makan. Hal yang dibutuhkan hanyalah kemampuan untuk mengemasnya dalam bentuk tawaran yang lebih menarik. Dengan demikian aktivitas yang awalnya untuk memenuhi kebutuhan dasar (mengenyangkan diri), tidak lagi sebatas pada pemenuhan nafsu tersebut.

Salah satu caranya tentu kembali menjadikan pemenuhan kebutuhan tersebut sebagai sebuah gaya hidup. Akibatnya seperti yang kita sering jumpai di berbagai tempat.  Aktivitas makan, saat ini seringkali menjadi aktivitas sampingan ketimbang sebagai sebuah mekanisme pemenuhan kebutuhan dasar.

Pada beberapa kalangan masyarakat, kegiatan tersebut justru hanya dijadikan alasan untuk mencapai tujuan lain. Misalnya, lobi. Undangan makan seringkali digunakan sebagai sebuah cara untuk melakukan negosiasi bisnis. Begitu pula apabila beberapa kelompok masyarakat membuat acara buka puasa bersama. Tujuannya jelas, lebih pada upaya untuk lebih mempererat silaturahmi.

Industri kebugaran
Sebagaimana disampaikan sebelumnya, seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan pendapatan  masyarakat, maka terjadi pula perubahan status sosial serta gaya hidup. Salah satu dampaknya pu;a adalah semakin meningkatnya kesadaran tentang kesehatan. Hal tersebut pada akhirnya juga memberikan peluang tersendiri dalam pengembangan bisnis dan sektor ekonomi berbasis pada waktu luang.

Berkembangnya berbagai bisnis seperti fitness center, latihan yoga dan pilates di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di kota-kota besar adalah salah satu indikatornya. Pada dasarnya industri ini tumbuh dan berkembang sebagai salah satu upaya menangkap adanya kebutuhan atas keinginan dari sejumlah kelas menengah baru di masyarakat yang mencari tempat untuk dapat mengolah tubuh mereka.

Namun pada saat yang bersamaan, para kelas menengah baru ini juga menginginkan tempat yang berlokasi strategis, semisal dekat 
dengan tempat tinggal atau kantor mereka. Karenanya, tidak mengherankan apabila lokasi-lokasi tempat kegiatan tersebut justru berada di mal-mal. Sekali lagi, dalam kemasan yang sedemikian rupa. Sehingga tidak lagi terlalu menunjukkan bahwa tempat tersebut adalah sekadar fasilitas olahraga seperti yang biasanya didatangi oleh para atlet profesional.

Dalam perkembangannya, aktivitas olahraga para kelas menengah baru ini juga merambah kepada cabang-cabang olahraga lain seperti lari dan bersepeda. Lari maraton misalnya. Sebenarnya di Indonesia lari maraton telah lama dikenal tidak hanya sebatas salah satu cabang olahraga atletik. Sudah semenjak akhir dekade 1980-an, kegiatan lari maraton 10K menjadi kegiatan tahunan yang dilakukan oleh PB PASI di beberapa daerah, seperti Bali dan Jakarta. Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah ketika itu karena sebagai salah satu strategi mendorong pariwisata Indonesia.

Seiring dengan perkembangan kebiasaan para kelas menengah baru tersebut, kegiatan serupa kini semakin banyak. Para sponsor pun semakin beragam. Para sponsor ini melihat bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk promosi yang potensial bagi produk mereka. Sehingga tren ini benar-benar dimanfaatkan oleh para produsen tersebut.   

Industri hiburan
Aktivitas lain yang dilakukan oleh kelas menengah baru atau kaum “new leisure class” ini adalah mencari penghiburan. Di antaranya adalah mendengarkan musik dan menonton film. Konser musik dan pemutaran film telah memiliki sejarah panjang dalam peradaban manusia di muka bumi ini. Hingga pada akhirnya sejumlah genre dalam musik dan film bermunculan seiring dengan selera dari para penggemarnya.

Mencermati aktivitas ini dalam kerangka mengisi waktu luang, hal tersebut pada satu sisi mungkin benar adanya. Terkhusus pada kelompok kelas menengah baru tersebut. Di tengah kesibukan rutin mereka, mendengarkan atau bahkan menonton konser musik atau film adalah bentuk ‘pelarian’ waktu mereka. Melalui berbagai aktivitas tersebut mereka berharap dapat melepas kepenatan yang selama ini mereka rasakan.      

Benarkah pemborosan?
Berangkat dari berbagai hal yang disampaikan sebelumnya, pertanyaan yang muncul kemudian, benarkah itu merupakan conspicuous consumption dan sekaligus tanpa tujuan atau makna? Bagi sebagian kelompok masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah, mungkin berbagai bentuk aktivitas tersebut adalah yang pemborosan.

Mengacu pada analisis Maslow, jelas pandangan tersebut dapat dimengerti. Karena pada lapisan masyarakat bawah, menonton konser musik atau film mungkin baru sebatas angan-angan. Sementara, kegiatan yang oleh kaum new leisure class disebut olahraga, bagi kalangan bawah adalah kegiatan yang menjadi keseharian hidup mereka. Sebagaimana menggotong karung beras yang beratnya sama dengan beban barbel di berbagai arena fitness.

Namun apabila mencermati kembali berbagai aktivitas para kelas menengah baru tersebut sesungguhnya adalah bentuk pengejawantahan atas apresiasi seni. Aktivitas makan misalnya, berkembangnya industri kuliner yang tidak semata memenuhi kebutuhan dasar manusia, telah pula memasukkan unsur seni. Bentuknya jelas, dapat dilihat dari berbagai bentuk cara penyajiannya. Volume makanan yang tidak banyak dan harga yang terkadang ‘fantastis’ namun dikemas dalam penyajian yang unik adalah hal yang semakin sering kita temui.

Begitu pula dengan berbagai kegiatan yang disebut dengan olahraga. Kemasan yang cantik dari berbagai event olahraga lari maraton, sesungguhnya menunjukkan bahwa kaum new leisure class telah memiliki pemaknaan baru atas aktivitas olahraga. Olahraga merupakan instrumen sosialisasi, yang telah menjadi bagian dari gaya hidup. Dimana gaya hidup adalah pengejawantahan atas apresiasi seni itu sendiri. Jadi, nikmatilah hidupmu kalau kau memang ingin masuk surga! Selamat menikmati libur lebaran....

*)Peneliti Visi Teliti Saksama 


#GayaHidupProduktif #AgentOfChange #sccaparkost #scc #aparkost #WeCreateAgentOfChange #WCAC

Investasi Jangka Panjang

Menanamkan dana untuk investasi merupakan pilihan yang tepat untuk masa depan. Pilihan investasi jangka panjang bisa menjadi pilihan...